Selasa, 06 Desember 2011 - 12:06:01 WIB
Sejarah Aikido di Indonesia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Introducing - Dibaca: 610 kali

PERIODE 1970-1980

Menurut informasi yang kurang lengkap, Aikido diperkenalkan oleh para alumnus Jepang warga Indonesia sejak sekitar 1970-an. Mereka memperkenalkan aikido secara sporadis dan sendiri-sendiri hanya sebagai alat bersosialisasi.Tidak ada catatan jelas perkembangan Aikido pada masa ini.

PERIODE 1980-1990
1984 mulai ada inisiatif untuk meng-organisasikan perkembangan Aikido, dirintislah Yayasan Indonesia Aikikai. Pada bulan Februari 1986 diadakan rapat resmi YIA pertama untuk pembahasan AD-ART Yayasan.

Keadaan 1984-1986
secara umum dojo Aikido hanya terdiri 3 dojo (Slipi-Kemanggisan, Menteng dan Manggarai) di Jakarta dan 1 di Surabaya. Pelatih aktif terdiri dari Mansyur Idham, DAN 1; Achmad Mahbub, DAN 1 dan Surabaya diwakilkan pada Prawira W, KYU 1.

1987, lahirlah 7 orang Yudansha pertama (Dan I) di Indonesia, termasuk Sensei Ferdiansyah. Regenerasi kepemimpinan pelatihan terjadi, bersamaan dengan surutnya aktifitas Bapak Mansyur Idham (aktif 3 tahun, sejak 1984) di aikido dan berpulangnya Bpk. Ahmad Machbub ke Rahmatullah.

1988, Koordinator Kepelatihan dan pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat dipercayakan kepada Ferdiansyah. Dan Ketua Umum YIA diamanatkan kepada DR. Dono Iskandar. Desember 1988, dibuat “dojo percontohan” oleh Sensei Ferdiansyah yang disebutnya Aiki Club (terdiri dari dojo Univ Trisakti, dojo Stekpi dan dojo Univ. Atmajaya).

1990, didatangkan pertama kali di Indonesia pelatih professional dari Jepang melalui program JOCV – JICA, Hiroaki Kobayashi, Dan III untuk selama 2 tahun dan kemudian diperpanjang 1 tahun (sampai dengan 1993).

PERIODE 1990-1999
1990, untuk kepentingan pengembangan Sensei Ferdiansyah melalui “Dojo Percontohan” yang telah solid, mulai menerapkan sistem pembinaan kepada dojo lainnya secara bertahap. Perkembangan dojo: dari 4 dojo di seluruh Indonesia menjadi 12 dojo (1 dojo Bandung, 1 dojo Surabaya, 1 dojo Sumbawa, 9 dojo Jakarta).

Akhir tahun 1991, film aksi aktor “Steven Seagal” aikidoka Dan IV, mulai memberi warna baru dalam perkembangan aikido di Indonesia, terutama di Jakarta.

1993, Sensei Ferdiansyah, Dan III (setelah aktif mengembangkan 7 tahun, sejak 1986) meninggalkan YIA dan mengundurkan diri dari segala inisiatifnya mengembangkan YIA, sebagai koordinator kepelatihan dan Penguji utama pelaksanaan ujian. Dimana sebelumnya secara berturut telah pula mengundurkan diri: Prawira W (Surabaya) dan Dono Iskandar (Ketua Umum YIA).

1994, yayasan KBAI resmi lahir dan Perguruan Aikido Indonesia yang dipimpin Sensei Ferdiansyah bernaung di dalamnya. Perguruan Aikido Indonesia, KBAI tercatat di Dojo Finder mewakili Indonesia satu-satunya.

1999, Perguruan Aikido Indonesia-KBAI diakui satu-satunya mewakili Indonesia menghadiri perhelatan besar Aikido di Jepang. Acara pertemuan pemimpin organisasi dari berbagai negara untuk hadir dalam penobatan Doshu (Pemimpin Dunia) Aikido, Indonesia diwakili Sensei Ferdiansyah, Dan IV.

PERIODE 2000-2005

Disharmonisasi hubungan antara YIA dan Perguruan Aikido Indonesia (KBAI) mewarnai perkembangan aikido di Indonesia. Pada masa ini bertumbuh secara sporadis dojo-dojo aikido atas dasar kepentingan ekonomis dan pribadi atau kelompok, terutama di Jakarta dan Bandung. Dan pertumbuhan dojo-dojo (tempat latihan/ sasana) itu secara tidak langsung menjadi pendukung kepopuleran aikido di masyarakat.

Sekitar tahun 2002 lahir dojo-dojo, Nishio Style dojo dimulai di Semarang yang dibawa oleh Satoru. Sensei (ex-Instruktur prof Aikido ke PTIK dari program JICA), USAF affiliated (Atmajaya, Jakarta), aiki wago & BOW (Surabaya), Yayasan aikido Jepang Bandung diwadahi aikido Malaysia dan lainnya… termasuk pecah konflik peng-organisasian aikido Medan, YIA

Sekitar tahun 2005, lahir dojo-dojo IAI (institute Aikido Indonesia) sebagai pecahan dari YIA yang kemudian mewadahi diri di bawah Kobayashi dojo dan kemudian beralih wadah ke Suginami dojo. Sedangkan Kobayashi dojo mewadahi Takiotoshi Nagare (pecahan IAI dojo) dojo,Ben’s dojo (pecahan YIA) serta Aikido Medan dan mulai pula merebak Aikido Tenshin (menggunakan ketenaran nama Steven Seagal) dan seterusnya…

Demikian, perkembangan aikido di Indonesia yang cukup booming dalam jumlah dojo dan kelompok. Hal ini cukup menjadi pertanyaan, apakah harus disyukuri atau sesuatu yang memprihatinkan? Hal yang memprihatinkan adalah begitu banyak dojo berkembang tanpa akar jelas. Terlebih lagi keabsahan legitimasi dan mutu pelatihnya juga patut dipertanyakan. Hal ini tentu akan memberikan dampak pada penggambaran Aikido yang salah di masyarakat awam.

Hal cukup buruk yang terjadi adalah banyak dari dojo yang berkembang tersebut disebabkan disharmonisasi internal organisasi. Mereka memecah atau beralih dengan juga menggembosi organisasi sebelumnya… Maka, dapat dibayangkan kemampuan pembinaan aikidoka seperti apa yang dapat dihasilkan oleh organisasi dengan latar belakang tersebut. Pengharapan kita semua selalu yang lebih baik tentunya.
Fondamen atau dasar yang salah akan menghasilkan landasan yang lemah, akibatnya dalam bidang keilmuan tentu akan memberi arah yang dipastikan salah. Padahal, apa yang kita tekuni akan berdampak pada pembangunan diri dan pengembangan kemampuan diri kita dikemudian hari. Jika hal ini tidak dianggap penting tentunya itu juga suatu pilihan masyarakat itu sendiri. Adalah hak masyarakat untuk memilih dan berhati-hati dalam memilah apa yang dipilihnya untuk kemudian ditekuninya.

PERIODE 2005-2010

Harmonisasi antara YIA dan Perguruan Aikido Indonesia (KBAI) terjadi dan hal inipun mewarnai keadaan aikido di Indonesia. Hubungan antar sebahagian organisasi dan dojo aikido di Indonesia mulai cair. Pada masa ini tidak banyak perkembangan terjadi seperti periode 5 tahun sebelumnya. Hal ini memberi harapan kepada perkembangan aikido di Indonesia menjadi lebih baik di masa yang akan datang….

INSTRUKTUR HOMBU DARI TAHUN KE TAHUN

1984-Masando Sasaki, 1985-Morito Suganuma, 1986-Seki Shoji-Yukimitsu Kobayashi, 1987-Miyamoto Tsuruzo-Sugawara Shigeru, 1988-Fujita-Kuribayashi Takanori, 1989-Shigenobu Okumura-Etsuji Horii, 1990-Ichihashi Norihiko-Kanazawa, 1991-Masatoshi Hatano, 1992-Seishiro Endo-Irii Yoshinobu, 1993-Osawa Hayato-Mori Tomohiro, 1994-Fujita, 1995-Yokota, 1996-Seki Shoji,1997-Yokota ,1998-Osawa Hayato ,1999-Yokota, 2000-Kuribayashi, 2001-Toriumi Koichi-Makoto Ito, 2002-Seki Shoji-Hiroyuki Sakurai, 2003-Takanori Kuribayashi-Koijiro Suzuki , 2004-Toriumi Koichi, 2005-Sugawara Shigeru-Toshio Suzuki, 2006-Takanori Kuribayashi-Teiju Sasaki, 2007-Hiroyuki Nanba-Yuichi Kodani, 2008- Kanazawa  , 2009-Fujimaki-Suzuki Toshio,




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)