Senin, 05 Desember 2011 - 09:32:06 WIBInfo Seputar Komunitas KBAIDiposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Paparan
- Dibaca: 624 kali
STEKPI
AIKI DOJO
AL
KISAH
Pada
masa itu, setelah berdirinya dojo Trisakti dengan nama "Trisakti Aikido
Club" disingkat dengan nama TAC, maka beberapa mahasiswa "Sekolah
Tinggi Ekonomi Keuangan Perbankan Indonesia" mengajukan pembentukan
kelompok latihan di kampusnya.
Aikido
di masa tahun 1989 belumlah dikenal baik oleh masyarakat dan tidak
populer tentunya. Tetapi para mahasiswa angkatan pertama STEKPI ini
ingin mencoba mengembangkan aikido di kampusnya. Dengan semangat yang
besar, mereka mulai mengumpulkan calon peserta latihan di kampusnya.
Ternyata sambutan kawan-kawan di kampus cukup besar. Maka terkumpullah
lebih dari 20 orang peserta latihan untuk memulai latihan. Herwin Rizal
bersama Charles Rubian Arifin dan Agoosh Yusran mengajukan kepada
Ferdiansyah, Dan 2 untuk dimulainya latihan bagi mereka di kampus
STEKPI.
Herwin,
Charlie dan Agoosh yang sebelumnya pernah belajar aikido mulai
menkoordinir teman-temannya untuk berlatih, termasuk tempat latihannya.
Sedangkan tim pelatih terdiri dari Ferdiansyah dengan dibantu Anna,
Huda, Aria dan Didit. Latihan perdana dimulai dengan disiplin seadanya
dan dengan pakaian seadanya. Waktu semakin sore dan menjelang magrib,
ternyata masalah penerangan tidak terfikirkan sebelumnya, sehingga
latihanpun bergelap-gelap dengan penerangan alam seadanya....
BERSAMBUNG....
Dojo
Bulungan YIA
Ini sebuah kisah dojo selain dojo yang dimiliki Perguruan Aikido
Indonesia, yaitu dojo bulungan yang berada di Jakarta Selatan. Dojo
Bulungan berlokasi di GOR Bulungan dekat Blok M Plaza. Cerita ini
dikisahkan oleh Sensei Ferdiansyah...
Pada saat itu, Pak Jack Titaley, kyu 2 datang kepada Sensei Ferdi
memberi kabar tentang kemungkinan membuka dojo di GOR Bulungan dimana
kebetulan ada relasi Pak Jack di PEMDA Jak-Sel bisa membantu kemungkinan
itu. Sensei Ferdi menyetujui melanjutkan usaha pembukaan dojo tersebut.
Selang 1 bulan kemudian diterima kabar bahwa Bulungan dapat
digunakan, tetapi karena padat aktifitas, ruang yang mungkin digunakan
adalah lantai 2 gedung tengah. Maka kemudian Sensei Ferdi dan Pak Jack
melakukan survey ke lokasi dan disimpulkan disetujui pengadaan latihan.
Selanjutnya diadakanlah promosi keberadaan latihan di Bulungan pada hari
Rabu dan Sabtu. Pak Jack melakukan semua kegiatan awal itu semua,
sedangkan Sensei Ferdi mengusahakan kepelatihannya. Sensei Ferdi
mengabarkan kepada Pak Mansyur hal tersebut, Pak Mansyur memberikan
support semangat untuk itu. Dan Sensei Ferdi menemui Pak Tansu Ibrahim
dan Pak Poetiray sebagai usaha memotivasi mereka untuk aktif dalam
kegiatan pelatihan. Memang saat itu terjadi kendala kepelatihan, jadi
memang sulit mencari pelatih dengan keluangan waktunya. Akhirnya,
jawaban positif datang dari Pak Tansu Ibrahim, dimana ia akan mengisi
jadwal pada hari Sabtu saja. Sehingga perencanaan latihan diisi oleh Pak
Tansu Ibrahim, Dan 2 sebagai pelatih, Pak Jack, kyu 2 sebagai asisten
dan Sensei Ferdi, Dan 2 sebagai pelatih pengganti.
Untuk pertama kalinya, latihan hanya ada 4 orang berlatih dari
mereka yang mendaftar 2 laki-laki dan 2 perempuan. Latihan dipimpin oleh
Pak Tansu Ibrahim yang begitu bersemangatnya memimpin latihan...
Selanjutnya pada periode perintisan tersebut yang pernah melatih di Dojo
Bulungan adalah Ferdiansyah sebagai pelatih, Hiroaki Kobayashi sebagai
pelatih dan Hideo Azuma sebagai pelatih pengganti.
Untuk memastikan keberadaan latihan di dojo bulungan, secara
bergantian ditugaskan oleh Sensei Ferdi, asisten pelatih dari dojo
Manggarai antara lain Desti Liza, Yugo dan Wahyu yang masing-masing
telah mencapai sabuk coklat....BERSAMBUNG...
1 Komentar :
Dimas Radhitya A16 Januari 2012 - 21:38:02 WIB Mohon Informasi... disamarinda, Kalimantan Timur, ada dojo aikido ??
Terima kasih :)
<< First | < Prev |
1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :